Perilaku Umum Burung Hantu

25 April 2008

 

Kebanyakan Burung Hantu aktif saat senja dan subuh (nokturnal). Menghabiskan siang hari bertengger dengan tenang. Umumnya mereka bertengger sendiri atau berpasangan, tapi dapat juga berkelompok saat diluar musim berbiak (kelompok Burung Hantu disebut dengan parlemen).

Aktivitas harian Burung Hantu dimulai dengan membersihkan, menggeliat, menguap dan menggaruk kepala dengan cakarnya. Bulu-bulu seringkali disisir dan sayap dibersihkan dengan kaki atau paruh. Burung hantu kemudian meninggalkan tempat bertengger, kadang dengan bersuara (khususnya saat musim berbiak).

Burung Hantu mempunyai bahasa tubuh yang sangat ekspresif. Kebanyakan jenis akan memutar-mutar kepalanya jika penasaran dengan sesuatu. Hal ini merupakan bukti tentang kemampuan mereka dalam kemampuan memandang 3 dimensi.



Saat kondisinya santai, bulu-bulunya menjadi kendur dan mengembang. Jika seekor burung menjadi gelisah, maka akan nampak lebih langsing, bulu-bulunya ditarik merapat ketubuh, dan yang mempunyai bulu telinga akan ditegakkan. Burung Hantu Kerdil akan mengangkat dan menggoyang ekor kesamping jika merasa gelisah atau terkejut. Burung Hantu Kecil akan menggoyang tubuh keatas dan kebawah jika gelisah.

Saat melindungi anak atau dirinya sendiri, burung ini akan menunjukkan pose menyerang atau bertahan, dengan bulu dikembangkan untuk memperbesar penampakan ukuran. Kepala direndahkan, dan sayap dibentangkan kearah bawah. Beberapa jenis menjadi agresif saat bersarang dan dapat menyerang manusia.

0 komentar: