Tampilkan postingan dengan label Perkembangbiakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangbiakan. Tampilkan semua postingan

Tahap Perkembangbiakan Tyto alba

01 Mei 2008

0 komentar  

Hari sebelum telur pertama menetas:

  • 31 : Peneluran pertama
  • 30 :Inkubasi pertama dimulai
  • 19 : Peneluran selesai
  • 1 : Anak pertama bersuara dari dalam telur
  • 0 : Telur pertama menetas
  • 0–14 : Sisa telur menetas semua
Hari setelah penetasan telur pertama:
  • 7 : Anakan memuntahkan makanan yang tak tercerna, tapi belum berbentuk pelet
  • 8 : Mata mulai membuka
  • 10 : Anakan mulai mengeluarkan feces
  • 11 : Induk betina mulai jarang mengerami, mulai berburu makan untuk anak dan dirinya
  • 14 : Anakan dapat menelan utuh mangsa
  • 15 : Anakan mulai mengeksplorasi sekitar sarang
  • 21 - : Saat anakan tertua berumur 3-4 minggu, induk betina berhenti mengerami, mengunjungi sarang hanya untuk memberi makan
  • 35-42 : Anakan mulai melatih sayapnya dan berjalan keluar dari sarang. Kadang anak tertua memangsa anakan muda.
  • 49-56 : Anakan tertua meninggalkan sarang.
  • Induk tetap memberi makan anak diluar dan didalam sarang, sampai semua mampu terbang
  • 60 : Anakan yang baru bisa terbang, mulai bermain dengan mangsa non-utama (serangga)
  • 72 : Anakan mulai menangkap mangsa dari ketinggian
  • 78 > : Mulai meninggalkan sarang dan teritori
  • 10-18 : bulan Mulai mampu berkembang biak

Karakter Peneluran Tyto alba

0 komentar  

Telur Tyto alba berbentuk bulat warna keputihan tanpa ada penyamaran. Jumlah telur berkisar 3 - 6 butir (sampai 12) dikeluarkan dengan selang 2 hari. Telur berukuran panjang 38 - 46 mm dan lebar 30 - 35 mm dan akan dierami selama 30 – 34 hari.

Pada Burung Hantu, telur dikeluarkan beberapa kali dalam beberapa hari, maka penetasan juga bertahap. Artinya selalu akan ada perbedaan ukuran anak dalam satu sarang. Yang paling besar akan aktif meminta makan dari induk daripada yang lebih kecil. Akibatnya, jarang sekali semua anak yang lahir dalam satu sarang bertahan hidup secara keseluruhan, kecuali sumber makanan sangat berlimpah. Pada musim tertentu, anak paling muda akan kelaparan, atau kadang akan dibunuh oleh saudaranya. Ini nampak seperti hal yang brutal, namun merupakan kemampuan survival yang positif untuk keluarga secara keseluruhan. Hal ini akan memastikan bahwa bagaimanapun kondisi ketersediaan makanan, sejumlah anakan akan tetap bertahan dan dapat meneruskan keturunan berikutnya. Jika semua anak diberi makan sepadan akan ada peluang bagi semua untuk kelaparan pada musim paceklik makanan.

Meskipun dalam hal makanan induk nampak bersifat kejam terhadap anak, mereka tidak dapat diabaikan dalam hal pertahanan sarang. Kebanyak jenis tidak sungkan-sungkan untuk menyerang, bahkan terhadap manusia, jika ada yang berusaha mendekati sarang. Seringkali dengan memukul dengan kaki dan cakar kearah muka dan mata. Banyak catatan mengenai serangan Burung Hantu Tawny yang menyebabkan kebutaan pada manusia.

Karakter Sarang pada Tyto alba

0 komentar  

Pada sudut pandang yang sempit, Burung Hantu tidak membangun sarang seperti burung penyanyi. Mereka merupakan pemakai sarang oportunis, menggunakan sarang yang sudah ada atau mengambil alih sarang yang ditinggalkan burung lain.

Burung Hantu yang berbiak dilahan terbuka seringkali bersarang ditanah. Burung Hantu Salju bersarang di lubang tanah, dimana betinanya akan menggali dan melapisi dengan material tanaman. Burung Hantu Telinga Pendek seringkali bersarang di rerumputan. Burung Hantu Telingan panjang dan Tawny bersarang di pohon. Lubang di pohon adalah tempat favorit untuk kebanyakan jenis.

Beberapa jenis, khususnya Tyto, mampu menempati tempat buatan manusia yang mirip dengan lubang pohon. Sarang Gagak dan burung pemangsa lain yang sudah ditinggalkan, juga merupakan tempat pilihan. Hanya sedikit atau tidak ada usaha sama sekali untuk memperbagus konstruksi pembuat sarang sebelumnya. Celah batuan juga digunakan oleh beberapa jenis burung.

Tyto alba berbiak setiap saat sepanjang tahun, tergantung suplai makanan. Pada tahun yang baik, dapat berbiak dua kali setahun. Ledakan hama tikus dapat menyebabkan populasi burung ini meningkat secara dramatis.

Selama percumbuan, jantan berputar sekitar pohong dekat sarang, sambil menyuarakan deritan dan koaran. Kebanyakan Tyto alba bersarang di lubang pohon sampai ketinggian 20 meter. Mereka juga dapat bersarang pada bangunan tua, gua, dan ceruk sumur.

Pasangan dan Teritori Tyto alba

0 komentar  

Pada Burung Hantu, seperti kebanyakan burung lain, periode saat bersarang dan membesarkan anak adalah bagian paling penting dalam siklus tahunan. Ini adalah masa meneruskan genetik dari generasi ke generasi. Pada banyak Burung Hantu, khususnya didaerah temperata dan subartik, pembiakan berlangsung selama musim semi. Namun, semuanya mengasuh anak sampai bisa terbang, tak terkecuali meski pada saat mangsa dalam kondisi berlimpah.

Secara umum Burung Hantu bersifat monogami, dapat dikatakan bahwa pasangan terdiri dari satu jantan dan betina, tak ada salah satu diantaranya terlibat dengan burung lain. Hal ini berbeda dengan beberapa jenis burung passerine yang lain, dimana seekor jantan dapat kawin dengan lebih dari satu betina, dan mengambil bagian tanggung jawab untuk mengasuh beberapa anak. Sebaliknya secara umum jarang terjadi satu betina kawin dengan beberapa jantan. Beberapa jenis Burung Hantu ikatan pasangan berakhir setelah musim kawin, khususnya pada jenis yang migran atau dispersif. Pada jenis penetap, pasangan tetap bersama sepanjang hari. Pasangan Burung Hantu Tawny setia satu sama lain sepanjang hidupnya.
Beberapa peneliti menyatakan bahwa Tyto alba dapat bersifat poligami. Dijumpai seekor jantan dapat memiliki lebih dari satu pasangan, dengan jarak antar sarang kurang dari 100 meter.

Burung Hantu umumnya bersifat teritorial, suatu kenyataan yang nampak pada saat musim berbiak. Mereka dengan sekuat tenaga mempertahankan sarang dan teritori makan yang sangat jelas, dari individu lain atau jenis burung lain, yang menjadi pesaing untuk sumberdaya yang sama. Jika burung bersifat menyebar, sifat teritorial berakhir sampai musim berbiak.
Pada Tyto alba, sifat teritorialnya kurang begitu kuat. Apabila jumlah makanan berlimpah, maka dapat dijumpai adanya koloni sarang pada area yang sama.

Burung penetap sepanjang tahun, seperti Burung Hantu Tawny dan Burung Hantu Elang, akan mempertahankan teritorialnya sepanjang tahun. Usaha mereka ini untuk mempertahankan keberadaan anak dari tahun lalu. Bila ada penyusup akan diserang secara ganas. Jenis burung yang lebih kecil (kompetitor untuk makanan dan tempat bersarang) juga akan diserang. Sebagai contoh Burung Hantu Tawny akan segera membunuh Burung Hantu Telinga Panjang jika berada didalam teritorialnya. Kondisi ini merupakan fakta bahwa dua spesies tidak bisa memiliki overlaping distribusi. Jenis diurnal kadangkala menunjukkan teritorial mereka dalam bentuk visual. Misal, Burung Hantu Telinga Pendek, terbang melayang dan mengepakkan sayap untuk menunjukkan kehadiran mereka kepada burung lain, baik terhadap calon pasangan ataupun penyusup. Suara jenis penetap seringkali merupakan gabungan pasangan tetap daripada individual