<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119</id><updated>2011-04-22T05:20:34.056+07:00</updated><category term='Klasifikasi'/><category term='Anatomi Luar'/><category term='Bulu'/><category term='Perilaku'/><category term='Perkembangbiakan'/><category term='Umum'/><category term='Digesti'/><category term='Pemangsaan'/><category term='Audio Visual'/><title type='text'>Tyto alba</title><subtitle type='html'>Barn Owl, Serak Jawa, Burung Hantu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>P.A. Haliaster</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785375658804863058</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SufULXlulDI/AAAAAAAAALs/7kIV24gBNcg/S220/HALIASTER+RETURN.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-225632126494078251</id><published>2008-05-01T23:38:00.005+07:00</published><updated>2008-05-01T23:48:42.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkembangbiakan'/><title type='text'>Tahap Perkembangbiakan Tyto alba</title><content type='html'>Hari sebelum telur pertama menetas:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;31 : Peneluran pertama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;30 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Incubate_%28bird%29" target="_blank"&gt;:Inkubasi&lt;/a&gt; pertama dimulai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;19 : Peneluran selesai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 : Anak pertama bersuara dari dalam telur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;0 : Telur pertama menetas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;0–14 : Sisa telur menetas semua&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Hari setelah penetasan telur pertama:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;7 : Anakan memuntahkan makanan yang tak tercerna, tapi belum berbentuk pelet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;8 : Mata mulai membuka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10 : Anakan mulai mengeluarkan feces&lt;/li&gt;&lt;li&gt;11 : Induk betina mulai jarang mengerami, mulai berburu makan untuk anak dan dirinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;14 : Anakan dapat menelan utuh mangsa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;15 : Anakan mulai mengeksplorasi sekitar sarang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;21 - : Saat anakan tertua berumur 3-4 minggu, induk betina berhenti mengerami, mengunjungi sarang hanya untuk memberi makan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;35-42 : Anakan mulai melatih sayapnya dan berjalan keluar dari sarang. Kadang anak tertua memangsa anakan muda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;49-56 : Anakan tertua meninggalkan sarang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Induk tetap memberi makan anak diluar dan didalam sarang, sampai semua mampu terbang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;60 : Anakan yang baru bisa terbang, mulai bermain dengan mangsa non-utama (serangga)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;72 : Anakan mulai menangkap mangsa dari ketinggian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;78 &gt; : Mulai meninggalkan sarang dan teritori&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-18 : bulan Mulai mampu berkembang biak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-225632126494078251?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/225632126494078251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=225632126494078251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/225632126494078251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/225632126494078251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/05/tahap-perkembangbiakan-tyto-alba.html' title='Tahap Perkembangbiakan Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-7585654555760726438</id><published>2008-05-01T23:34:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T23:37:50.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkembangbiakan'/><title type='text'>Karakter Peneluran Tyto alba</title><content type='html'>Telur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; berbentuk bulat warna keputihan tanpa ada penyamaran. Jumlah telur berkisar 3 - 6 butir (sampai 12) dikeluarkan dengan selang 2 hari. Telur berukuran panjang 38 - 46 mm dan lebar 30 - 35 mm dan akan dierami selama 30 – 34 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Burung Hantu, telur dikeluarkan beberapa kali dalam beberapa hari, maka penetasan juga bertahap. Artinya selalu akan ada perbedaan ukuran anak dalam satu sarang. Yang paling besar akan aktif meminta makan dari induk daripada yang lebih kecil. Akibatnya, jarang sekali semua anak yang lahir dalam satu sarang bertahan hidup secara keseluruhan, kecuali sumber makanan sangat berlimpah. Pada musim tertentu, anak paling muda akan kelaparan, atau kadang akan dibunuh oleh saudaranya. Ini nampak seperti hal yang brutal, namun merupakan kemampuan survival yang positif untuk keluarga secara keseluruhan. Hal ini akan memastikan bahwa bagaimanapun kondisi ketersediaan makanan, sejumlah anakan akan tetap bertahan dan dapat meneruskan keturunan berikutnya. Jika semua anak diberi makan sepadan akan ada peluang bagi semua untuk kelaparan pada musim paceklik makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam hal makanan induk nampak bersifat kejam terhadap anak, mereka tidak dapat diabaikan dalam hal pertahanan sarang. Kebanyak jenis tidak sungkan-sungkan untuk menyerang, bahkan terhadap manusia, jika ada  yang berusaha mendekati sarang. Seringkali dengan memukul dengan kaki dan cakar kearah muka dan mata. Banyak catatan mengenai serangan Burung Hantu Tawny yang menyebabkan kebutaan pada manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-7585654555760726438?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/7585654555760726438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=7585654555760726438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7585654555760726438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7585654555760726438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/05/karakter-peneluran-tyto-alba.html' title='Karakter Peneluran Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-1163187648151840446</id><published>2008-05-01T23:30:00.003+07:00</published><updated>2008-05-01T23:32:39.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkembangbiakan'/><title type='text'>Karakter Sarang pada Tyto alba</title><content type='html'>Pada sudut pandang yang sempit, Burung Hantu tidak membangun sarang seperti burung penyanyi. Mereka merupakan pemakai sarang oportunis, menggunakan sarang yang sudah ada atau mengambil alih sarang yang ditinggalkan burung lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu yang berbiak dilahan terbuka seringkali bersarang ditanah. Burung Hantu Salju bersarang di lubang tanah, dimana betinanya akan menggali dan melapisi dengan material tanaman. Burung Hantu Telinga Pendek seringkali bersarang di rerumputan. Burung Hantu Telingan panjang dan Tawny bersarang di pohon. Lubang di pohon adalah tempat favorit untuk kebanyakan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis, khususnya Tyto, mampu menempati tempat buatan manusia yang mirip dengan lubang pohon. Sarang Gagak dan burung pemangsa lain yang sudah ditinggalkan, juga merupakan tempat pilihan. Hanya sedikit atau tidak ada usaha sama sekali untuk memperbagus konstruksi pembuat sarang sebelumnya. Celah batuan juga digunakan oleh beberapa jenis burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; berbiak setiap saat sepanjang tahun, tergantung suplai makanan. Pada tahun yang baik, dapat berbiak dua kali setahun. Ledakan hama tikus dapat menyebabkan populasi burung ini meningkat secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama percumbuan, jantan berputar sekitar pohong dekat sarang, sambil menyuarakan deritan dan koaran. Kebanyakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; bersarang di lubang pohon sampai ketinggian 20 meter. Mereka juga dapat bersarang pada bangunan tua, gua, dan ceruk sumur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-1163187648151840446?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/1163187648151840446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=1163187648151840446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/1163187648151840446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/1163187648151840446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/05/karakter-sarang-pada-tyto-alba.html' title='Karakter Sarang pada Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-7026791792121451841</id><published>2008-05-01T23:22:00.001+07:00</published><updated>2008-05-01T23:29:51.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkembangbiakan'/><title type='text'>Pasangan dan Teritori Tyto alba</title><content type='html'>Pada Burung Hantu, seperti kebanyakan burung lain, periode saat bersarang dan membesarkan anak adalah bagian paling penting dalam siklus tahunan. Ini adalah masa meneruskan genetik dari generasi ke generasi. Pada banyak Burung Hantu, khususnya didaerah temperata dan subartik, pembiakan berlangsung selama musim semi. Namun, semuanya mengasuh anak sampai bisa terbang, tak terkecuali meski pada saat mangsa dalam kondisi berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Burung Hantu bersifat &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Monogamy"&gt;monogami&lt;/a&gt;, dapat dikatakan  bahwa pasangan terdiri dari satu jantan dan betina, tak ada salah satu diantaranya terlibat dengan burung lain. Hal ini berbeda dengan beberapa jenis burung passerine yang lain, dimana seekor jantan dapat kawin dengan lebih dari satu betina, dan mengambil bagian tanggung jawab untuk mengasuh beberapa anak. Sebaliknya secara umum jarang terjadi satu betina kawin dengan beberapa jantan. Beberapa jenis Burung Hantu ikatan pasangan berakhir setelah musim kawin, khususnya pada jenis yang migran atau dispersif.  Pada jenis penetap, pasangan tetap bersama sepanjang hari. Pasangan Burung Hantu Tawny setia satu sama lain sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;Beberapa peneliti menyatakan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; dapat bersifat &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polygamy"&gt;poligami&lt;/a&gt;. Dijumpai seekor jantan dapat memiliki lebih dari satu pasangan, dengan jarak antar sarang kurang dari 100 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu umumnya bersifat teritorial, suatu kenyataan yang nampak pada saat musim berbiak. Mereka dengan sekuat tenaga mempertahankan sarang dan teritori makan yang sangat jelas, dari individu lain atau jenis burung lain, yang menjadi pesaing untuk sumberdaya yang sama. Jika burung bersifat menyebar, sifat teritorial berakhir sampai musim berbiak.&lt;br /&gt;Pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt;, sifat teritorialnya kurang begitu kuat. Apabila jumlah makanan berlimpah, maka dapat dijumpai adanya koloni sarang pada area yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung penetap sepanjang tahun, seperti Burung Hantu Tawny dan Burung Hantu Elang, akan mempertahankan teritorialnya sepanjang tahun. Usaha mereka ini untuk mempertahankan keberadaan anak dari tahun lalu. Bila ada penyusup akan diserang secara ganas. Jenis burung yang lebih kecil (kompetitor untuk makanan dan tempat bersarang) juga akan diserang. Sebagai contoh Burung Hantu Tawny akan segera membunuh Burung Hantu Telinga Panjang jika berada didalam teritorialnya. Kondisi ini merupakan fakta bahwa dua spesies tidak bisa memiliki overlaping distribusi. Jenis diurnal kadangkala menunjukkan teritorial mereka dalam bentuk visual. Misal, Burung Hantu Telinga Pendek, terbang melayang dan mengepakkan sayap untuk menunjukkan kehadiran mereka kepada burung lain, baik terhadap calon pasangan ataupun penyusup. Suara jenis penetap seringkali merupakan gabungan pasangan tetap daripada individual&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-7026791792121451841?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/7026791792121451841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=7026791792121451841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7026791792121451841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7026791792121451841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/05/pasangan-dan-teritori-tyto-alba.html' title='Pasangan dan Teritori Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-287770586040619186</id><published>2008-04-30T23:06:00.003+07:00</published><updated>2008-05-01T23:52:22.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemangsaan'/><title type='text'>Perilaku Berburu dan Mangsa Tyto alba</title><content type='html'>Burung ini merupakan merupakan burung pemangsa (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bird_of_prey" target="_blank"&gt;raptor&lt;/a&gt;), yang berburu hewan lain untuk makanannya. Menggunakan adaptasi khusus dan kemampuan unik, membuat mereka berbeda dengan mahluk yang lain. Kemampuan visual yang luar biasa dan pendengaran yang tajam, adalah bagian utama kemampuan berburu. Ditambah dengan cakar dan paruh, kemampuan terbang dengan senyap, maka lengkaplah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Predator" target="_blank"&gt;predator&lt;/a&gt; luar biasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan utama sangat tergantung jenis Burung Hantu. Sebagai contoh, Burung Hantu Scop dan Screech kebanyakan makan serangga. Burung hantu yang lebih besar seperti Burung Hantu Elang, akan memangsa kelinci, rubah muda, dan burung yang seukuran bebek. Beberapa jenis mengkhususkan diri dengan memangsa ikan, seperti Ketupa dan Scotopelia. Meskipun beberapa jenis memiliki kekhasan makanan, kebanyakan Burung Hantu adalah oportunis, mereka akan mengambil mangsa apapun yang tersedia di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; merupakan spesialis dalam berburu mamalia tanah kecil, dan kebanyakan mangsanya berupa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rodent" target="_blank"&gt;hewan pengerat&lt;/a&gt; kecil. Di Australia, tikus rumah merupakan makanan utama. Di Amerika dan Eropa, tikus kebun adalah mangsa utama yang penting, kemudian curut, tikus, mencit. Mangsa lain termasuk anak kelinci, kelelawar, kodok, kadal, burung dan serangga. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; berbiak secara cepat sebagai respon terhadap ledakan populasi tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kebutuhan konsumsi sekitar 1/3 dari berat tubuh. Namun saat burung memelihara anak, konsumsinya akan berkurang karena harus berbagi dengan anak. Untuk burung berumur 2-4 minggu, rata-rata konsumsinya sekitar 2-4 ekor tikus per malam. Untuk umur 3-5 minggu, mengkonsumsi sekitar 5-10 ekor per malam. Di Amerika, sepasang induk dengan lima anak, dapat mengkonsumsi sekitar 3000 ekor hewan pengerat dalam satu musim berbiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; dewasa berburu sesaat setelah senja, dan perburuan berikutnya sekitar 2 jam menjelang fajar. Namun jika mereka sedang membesarkan anak, mereka akan aktif berburu sepanjang malam. Sangat jarang sekali dijumpai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; berburu pada siang hari. Jika ada kejadian perburuan di siang hari, bisa diduga burung tersebut sedang mengalami kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu secara umum memiliki area perburuan jauh dari tepat bertengger sehari-hari. Kebanyakan jenis berburu dari suatu tenggeran, seperti dahan rendah, tunggul, atau pagar. Mereka akan menunggu mangsanya muncul, dan akan menyambar dengan sayap terbuka, kaki dijulurkan kedepan. Beberapa jenis akan terbang melayang dari satu tenggeran ke yang lain sebelum menangkap mangsa. Pada beberapa kasus, Burung Hantu langsung menyergap mangsa, dengan membentangkan sayap pada saat terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis memilih untuk &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dynamic_soaring" target="_blank"&gt;soaring&lt;/a&gt;, atau terbang berputar, mengamati mangsa yang cocok di tanah. Saat sasaran ditemukan, burung akan terbang langsung, menjaga posisi kepala segaris. Saat burung menarik kepala kebelakang, kakinya dijulurkan kedapan dengan cakar membuka lebar, dua kedepan, dua kebelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu dapat mengadaptasi kemampuan berburu bergantung pada tipe mangsa. Serangga dan burung kecil dapat disergap di udara, kadang setelah diusir dari tajuk pohon atau semak oleh Burung Hantu. Sekali tertangkap, mangsa kecil dibawa dengan paruh, atau segera dimakan. Mangsa besar dibawa dengan cakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu dapat menyimpan kelebihan makanan di suatu tempat saat kondisi mangsa melimpah. Tempat menyimpan dapat berupa sarang, lubang pohon, atau cabang batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangsa biasanya ditemukan dengan cara membagi pandangan atas dan bawah, terutama pada padang rumput terbuka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; sangat mengandalkan terbang tanpa suara dan pendengaran yang sangat kuat untuk menemukan mangsa. Suara sayap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; teredam oleh tumpukan beludru pada permukaan bulunya. Sebagai tambahan, ujung bulu sayap memiliki sisir halus yang meredam suara kepakan sayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbang dengan senyap mencegah mangsanya mendengar, dan membantu pendengarannya sendiri. Lubang telinga berada sedikit diatas kepala dan memiliki sudut yang berbeda. Telinganya ditutupi oleh suatu bulu yang pendek, rapat dan fleksibel, yang berubah fungsi sebagai cakram pemantul suara. Hal ini memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; kemampuan pendengaran yang sangat sensitif dan terarah. Hal ini membuatnya mampu menemukan mangsa pada kondisi gelap total.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-287770586040619186?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/287770586040619186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=287770586040619186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/287770586040619186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/287770586040619186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/perilaku-berburu-dan-mangsa-tyto-alba.html' title='Perilaku Berburu dan Mangsa Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-1675660720987984301</id><published>2008-04-28T22:25:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T23:06:28.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><title type='text'>Perilaku Membersihkan Tubuh (Preening) Tyto alba</title><content type='html'>Semua burung secara rutin membersihkan bulunya (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Preening" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;preening - grooming&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) untuk membersihkan dari debu, kotoran dan parasit. Burung Hantu, seperti kebanyakan burung lain, menggunakan paruh dan cakarnya untuk melakukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kait bulu terbang memiliki kait-kait kecil yang saling mengunci, membuat bulu menjadi satu permukaan kontinyu. Kait kecil ini seringkali terlepas saat kondisi terbang. Burung menggunakan paruhnya untuk menyusun ulang kait yang terlepas dan mengembalikan bulu pada kondisi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kelenjar kecil yang disebut &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Uropygial_gland" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uropygial&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, terletak didekat ekor, yang menghasilkan cairan berminyak. Kelenjar ini dirangsang oleh paruh, yang juga digunakan untuk mentansfer cairan ke bulu untuk dijadikan lapisan pelindung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-1675660720987984301?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/1675660720987984301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=1675660720987984301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/1675660720987984301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/1675660720987984301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/05/perilaku-membersihkan-tubuh-preening.html' title='Perilaku Membersihkan Tubuh (Preening) Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-2361561772286810476</id><published>2008-04-25T08:46:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T08:57:51.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perilaku'/><title type='text'>Perilaku Umum Burung Hantu</title><content type='html'>Kebanyakan Burung Hantu aktif saat senja dan subuh (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nocturnal"&gt;nokturnal&lt;/a&gt;). Menghabiskan siang hari bertengger dengan tenang. Umumnya mereka bertengger sendiri atau berpasangan, tapi dapat juga berkelompok saat diluar musim berbiak (kelompok Burung Hantu disebut dengan parlemen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas harian Burung Hantu dimulai dengan membersihkan, menggeliat, menguap dan menggaruk kepala dengan cakarnya. Bulu-bulu seringkali disisir dan sayap dibersihkan dengan kaki atau paruh. Burung hantu kemudian meninggalkan tempat bertengger, kadang dengan bersuara (khususnya saat musim berbiak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu mempunyai bahasa tubuh yang sangat ekspresif. Kebanyakan jenis akan memutar-mutar kepalanya jika penasaran dengan sesuatu. Hal ini merupakan bukti tentang kemampuan mereka dalam kemampuan memandang 3 dimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-c7f7ee01b5f7121d" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v4.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc7f7ee01b5f7121d%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330313965%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D86367E38AF5CE3BAD49F378BD34FBAB2768FE8C6.55D69DB36E2775D2DBB0A5E2DF4288778B481507%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc7f7ee01b5f7121d%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DNONbYpWgCiseLQ3uX73msApgF_U&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v4.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc7f7ee01b5f7121d%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330313965%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D86367E38AF5CE3BAD49F378BD34FBAB2768FE8C6.55D69DB36E2775D2DBB0A5E2DF4288778B481507%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc7f7ee01b5f7121d%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DNONbYpWgCiseLQ3uX73msApgF_U&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kondisinya santai, bulu-bulunya menjadi kendur dan mengembang. Jika seekor burung menjadi gelisah, maka akan nampak lebih langsing, bulu-bulunya ditarik merapat ketubuh, dan yang mempunyai bulu telinga akan ditegakkan. Burung Hantu Kerdil akan mengangkat dan menggoyang ekor kesamping jika merasa gelisah atau terkejut. Burung Hantu Kecil akan menggoyang tubuh keatas dan kebawah jika gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melindungi anak atau dirinya sendiri, burung ini akan menunjukkan pose menyerang atau bertahan, dengan bulu dikembangkan untuk memperbesar penampakan ukuran. Kepala direndahkan, dan sayap dibentangkan kearah bawah. Beberapa jenis menjadi agresif saat bersarang dan dapat menyerang manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-2361561772286810476?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=c7f7ee01b5f7121d&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/2361561772286810476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=2361561772286810476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/2361561772286810476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/2361561772286810476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/perilaku-umum-burung-hantu.html' title='Perilaku Umum Burung Hantu'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-1035434373086400613</id><published>2008-04-24T08:15:00.001+07:00</published><updated>2008-05-01T22:59:18.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anatomi Luar'/><title type='text'>Anatomi Kaki dan Cakar Tyto alba</title><content type='html'>Kebanyakan Burung Hantu memiliki kaki berbulu untuk melindungi dari udara dingin. Bulu ini juga berfungsi untuk sensor kontak dengan mangsa, dan melindunginya dari gigitan mangsa saat menangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBfIp_yuH0I/AAAAAAAAAA4/qRp5_LBMfmM/s1600-h/Tyto+alba+footpads.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBfIp_yuH0I/AAAAAAAAAA4/qRp5_LBMfmM/s320/Tyto+alba+footpads.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194841319019519810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaki Burung Hantu memiliki empat jari. Saat terbang, tiga jari mengarah kedepan dan satunya kebelakang. Saat hinggap, atau mencengkeram mangsa, bagian ujung jari tiap kaki akan melengkung kearah samping. Hal ini dimungkinkan karena adanya sendi yang fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Claw#Birds" target="_blank"&gt;Cakar&lt;/a&gt; Burung Hantu sangat kuat, karena digunakan untuk menangkap mangsa. Struktur tulang kakinya pendek dan kuat, sama dengan tulang pada burung lain. Ini berguna sebagai penahan dari tekanan mangsa. Saat menyerang mangsa, cakarnya direntangkan lebar untuk memperbesar peluang keberhasilan serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang, ketebalan dan warna cakar sangat beragam antar jenis Burung Hantu, tapi semua mempunyai cakar yang sangat tajam. Warnanya berkisar dari hampir hitam, kelabu, sampai kuning gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian bawah kaki ditutupi oleh permukaan kasar yang membantu menahan mangsa atau bertengger. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; juga memiliki gurat-gurat dibagian bawah jari tengah untuk membantu menahan mangsa dan juga untuk &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Personal_grooming" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;grooming&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya burung pemangsa lainnya, Burung Hantu memiliki mekanisme penguncian di kakinya yang menjaga supaya jarinya terkunci pada tenggeran atau mangsa, tanpa memerlukan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muscle_contraction" target="_blank"&gt;kontraksi otot&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa jenis Burung Hantu, diketahui bahwa kaki ikut membantu menjaga suhu tubuh. Kelebihan suhu tubuh dipancarkan melalui dasar kaki, yang memiliki pembuluh darah ekstra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-1035434373086400613?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/1035434373086400613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=1035434373086400613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/1035434373086400613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/1035434373086400613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/kaki-dan-cakar-tyto-alba.html' title='Anatomi Kaki dan Cakar Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBfIp_yuH0I/AAAAAAAAAA4/qRp5_LBMfmM/s72-c/Tyto+alba+footpads.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-2660513107074597285</id><published>2008-04-21T09:21:00.004+07:00</published><updated>2008-05-01T23:00:17.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anatomi Luar'/><title type='text'>Anatomi Paruh Tyto alba</title><content type='html'>Semua Burung Hantu memiliki paruh yang pendek, melengkung, mengarah kebawah, dan ujungnya berkait. Paruh ini didesain secara khusus untuk mencengkeram dan merobek mangsa. Kekuatan penghancur paruh biasanya digunakan untuk membunuh mangsa.&lt;br /&gt;Bagian tepi atas paruh bawah dan tepi bawah paruh atas saling terkatup membentuk tepi yang tajam, dan overlap membentuk seperti gunting. Ini memungkinkan untuk memotong jaringan dari mangsanya.&lt;br /&gt;Paruhnya melengkung kebawah untuk menjaga supaya bidang pandang tetap jelas. Lubang hidung (nostril) ada di bagian dasar depan paruh, suatu daerah yang disebut dengan cere. Kebanyakan Burung Hantu memiliki kemampuan membau yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung paruh yang nampak, memiliki permukaan yang keras dan bertanduk. Bagian paruh bawah memiliki sendi berupa jaringan lentur yang tipis, yang memungkinkan untuk sedikit dimoncongkan kedepan. Burung lain juga memiliki gaya seperti ini, yang berguna sebagai komunikasi visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis memiliki kemampuan untuk mengurangi suhu tubuh saat panas, dengan cara “terengah-engah” dengan membuka sebagian paruhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-2660513107074597285?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/2660513107074597285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=2660513107074597285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/2660513107074597285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/2660513107074597285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/paruh-tyto-alba.html' title='Anatomi Paruh Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-6717636070644948527</id><published>2008-04-19T09:09:00.002+07:00</published><updated>2008-04-28T09:18:06.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulu'/><title type='text'>Pergantian Bulu (Moulting) Tyto alba</title><content type='html'>Saat Burung Hantu menetas, belum memiliki bulu terbang, tapi ditutupi oleh bulu bawah yang menjaganya tetap hangat. Bulu ini secara bertahap digantikan oleh bulu dewasa seiring pertumbuhannya. Bulu burung muda mirip dengan dewasa, tapi lebih pucat dan kadang dengan pola yang berbeda.&lt;br /&gt;Penampakan warna burung dewasa berasal dari bulu dewasa. Selama daur hidup normal, bulu-bulu ini mengalami kerusakan akibat goresan, patah dan belitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti burung lain, Burung Hantu secara teratur mengganti bulu-bulunya, yang disebut dengan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges#Moult" target="_blank"&gt;moulting&lt;/a&gt;, Hal ini biasanya berlangsung setahun sekali, dimulai setelah induk selesai membesarkan anak sampai mampu terbang dan menjaga diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya dapat mencapai 3 bulan, selama itu bulu-bulunya akan rontok dan tumbuh keseluruh tubuh kembali dengan pola standard. Untuk meminimalkan pengaruh molting pada kemampuan terbang dan menangkap mangsa, pola molting ini hanya memungkinkan beberapa bulu &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges#Primaries" target="_blank"&gt;primer&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges#Secondaries" target="_blank"&gt;sekunder&lt;/a&gt; yang rontok dalam satu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perkecualian untuk Tyto alba, molting bulu sayap dimulai dari bagian dalam keluar. Pada Tyto alba bulu digantikan dari bagian tengah menuju luar sayap (dua arah). Bulu ekor juga rontok beberapa kali, kecuali pada beberapa jenis Tyto kecil, yang kehilangan bulu ekor sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat burung molting, bulu baru akan tumbuh menggantikan yang rontok. Bulu baru tumbuh dari kulit, yang terikat kuat dengan jaringan tipis. Ini disebut dengan peniti bulu. Peniti ini segera membelah, memungkinkan bulu baru untuk tidak tergulung dan tumbuh dengan ukuran sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-6717636070644948527?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/6717636070644948527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=6717636070644948527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/6717636070644948527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/6717636070644948527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/pergantian-bulu-moulting-tyto-alba.html' title='Pergantian Bulu (Moulting) Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-4756834529001445606</id><published>2008-04-19T09:01:00.004+07:00</published><updated>2008-05-01T23:02:45.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulu'/><title type='text'>Karakter Warna dan Pola Bulu Tyto alba</title><content type='html'>Secara umum, pola dan warna &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Crypsis" target="_blank"&gt;kriptik&lt;/a&gt; Burung Hantu memungkinkan untuk menyatu dengan keadaaan sekitarnya, untuk bersembunyi dari potensi bahaya. Hal ini khususnya penting bagi burung nokturnal, karena mereka perlu tetap bersembunyi saat bertengger di siang hari.&lt;br /&gt;Saat terancam, seekor burung seringkali menunjukkan pose melindungi, dengan mata tertutup, bulu telinga terangkat, dan bulu yang merapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUwLvyuHzI/AAAAAAAAAAw/Zj4TMMN7pBE/s1600-h/owl+in+hole.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUwLvyuHzI/AAAAAAAAAAw/Zj4TMMN7pBE/s320/owl+in+hole.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194110723607633714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu telinga tidak ada kaitannya dengan pendengaran, hanya berupa bulu tampilan saja, digunakan untuk menunjukkan suasan hati, seperti takut, marah dan terkejut. Ini juga membantu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kamuflase" target="_blank"&gt;berkamuflase&lt;/a&gt;. Penting juga untuk dicatat meskipun burung dari satu jenis nampaknya mirip, namun tiap-tiap individunya memiliki sedikit perbedaan pola tanda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-4756834529001445606?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/4756834529001445606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=4756834529001445606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/4756834529001445606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/4756834529001445606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/pola-dan-warna-bulu.html' title='Karakter Warna dan Pola Bulu Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUwLvyuHzI/AAAAAAAAAAw/Zj4TMMN7pBE/s72-c/owl+in+hole.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-7324205440296070965</id><published>2008-04-17T08:33:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T23:04:22.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulu'/><title type='text'>Karakter Sayap dan Kemampuan Terbang Tyto alba</title><content type='html'>Kebanyak Burung Hantu memiliki sayap yang besar dan membulat. Sayapnya lebar, dengan luas permukaannya besar relatif terhadap bobot tubuh. Ini memungkinan mereka untuk terbang melayang dan dengan sedikit usaha, tanpa perlu banyak mengepakkan sayap dan kehilangan energi. Mereka dapat melayang dengan mudah dan terbang dengan pelan untuk periode waktu yang lama. Banyak jenis menggunakan terbang pelan ini untuk berburu mangsa permukaan daratan dari atas udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbang senyap membuat burung mampu menangkap mangsa tanpa ketahuan, dan juga menggunakannya untuk menentukan mangsa potensial. Adaptasi ini tidak selalu dijumpai pada semua Burung Hantu, khususnya yang berburu di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqM_yuHyI/AAAAAAAAAAk/4GnFbSJoNPY/s1600-h/serak_jawa21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqM_yuHyI/AAAAAAAAAAk/4GnFbSJoNPY/s320/serak_jawa21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194104148012703522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqMvyuHwI/AAAAAAAAAAU/_Mi9bt3FiMo/s1600-h/serak_jawa19.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqMvyuHwI/AAAAAAAAAAU/_Mi9bt3FiMo/s320/serak_jawa19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194104143717736194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqMvyuHxI/AAAAAAAAAAc/-KYsFqwkagk/s1600-h/serak_jawa20.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqMvyuHxI/AAAAAAAAAAc/-KYsFqwkagk/s320/serak_jawa20.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194104143717736210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-7324205440296070965?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/7324205440296070965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=7324205440296070965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7324205440296070965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7324205440296070965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/sayap-dan-terbang.html' title='Karakter Sayap dan Kemampuan Terbang Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUqM_yuHyI/AAAAAAAAAAk/4GnFbSJoNPY/s72-c/serak_jawa21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-5301818606137128909</id><published>2008-04-15T07:54:00.004+07:00</published><updated>2008-04-28T08:53:07.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulu'/><title type='text'>Karakter Bulu Tyto alba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Burung memiliki lima tipe &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges" target="_blank"&gt;bulu&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bulu Kontur yang menutupi tubuh, sayap (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges#Remiges" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;remiges&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) dan ekor (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges#Rectrices" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;retrices&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bulu Bawah, bersifat lembut memerangkap udara dan membuat lapisan insulator pada tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semiplume&lt;/span&gt;, berfungsi mengisi antara bulu kontur dan bulu bawah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bristle&lt;/span&gt;, adalah bulu kecil dengan ceruk kaku dengan kait pada bagian dasar atau tidak ada sama sekali. Bristle umumnya berada pada sekitar dasar paruh, mata, dan kelopak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Filoplume&lt;/span&gt;, bulu yang seperti rambut yang terdiri atas ceruk yang sangat halus, dengan sedikit kait pendek diujungnya. Umumnya ditutupi oleh bulu lain, sehingga dapat diatur dengan baik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Burung Hantu memiliki sedikit bulu bawah, tapi punya kait pada bagian bulu kontur dekat dengan kulit. Kebanyakan bulu Burung Hantu memiliki desain khusus. Disekitar wajah terdapat bulu cakram wajah yang kaku (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ruff&lt;/span&gt;), bulu mahkota, bulu penutup telinga, dan juga bulu sekitar paruh. Kaki memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tendril&lt;/span&gt; yang berbulu, yang berguna sebagai penutup, membantu burung bereaksi terhadap obyek yang ditangkap, misal mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUg_PyuHvI/AAAAAAAAAAM/SE1A4U-sUxU/s1600-h/feather_longeared.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUg_PyuHvI/AAAAAAAAAAM/SE1A4U-sUxU/s320/feather_longeared.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194094016184852210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi paling unik dari bulu Burung Hantu adalah ujung &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Remiges#Primaries" target="_blank"&gt;bulu primer&lt;/a&gt; sayap, yang seperti sisir. Pada kondisi penerbangan normal, udara bergejolak dipermukaan sayap, menciptakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vortex" target="_blank"&gt;turbulensi&lt;/a&gt;, dan menimbulkan suara. Dengan model sayapnya, ujung bulu sayap bentuk sisir, mematahkan turbulensi menjadi mikroturbulen. Hal ini efektif untuk meredam suara gejolak udara dipermukaan sayap dan memungkinkan burung untuk terbang tanpa suara.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-5301818606137128909?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/5301818606137128909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=5301818606137128909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/5301818606137128909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/5301818606137128909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/karakter-bulu-tyto-alba.html' title='Karakter Bulu Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XYIPu5geiww/SBUg_PyuHvI/AAAAAAAAAAM/SE1A4U-sUxU/s72-c/feather_longeared.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-2934903802591762726</id><published>2008-04-10T07:46:00.001+07:00</published><updated>2008-04-28T08:53:31.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Digesti'/><title type='text'>Sistem Pencernaan Tyto alba</title><content type='html'>Seperti burung yang lain, Burung Hantu tidak dapat mengunyah makanan,  mangsa kecil ditelan keseluruhan, sementara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mangsa" target="_blank"&gt;mangsa&lt;/a&gt; besar di cabik menjadi bagian kecil sebelum ditelan. Beberapa jenis mematahkan bagian tubuh mangsa burung atau mamalia yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti burung lain, Burung Hantu tidak punya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gizzard" target="_blank"&gt;tembolok&lt;/a&gt;. Tembolok berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pencernaan" target="_blank"&gt;pencernaan&lt;/a&gt; berikutnya. Karena tidak punya tembolok, makanan diteruskan secara langsung kedalam saluran pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambung burung terdiri dua bagian yaitu &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proventriculus" target="_blank"&gt;proventriculus&lt;/a&gt; dan ventriculus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama adalah proventriculus, yang menghasilkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" target="_blank"&gt;enzim&lt;/a&gt;, asam, dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mucus" target="_blank"&gt;mucus&lt;/a&gt; yang mengawali poses pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua dalah ventriculus. Disini tidak ada kelenjar pencernaan, dan pada burung pemangsa ini berperan sebagai penyaring, penahan bagian tak tercerna seperti tulang, bulu, gigi.&lt;br /&gt;Bagian makanan yang lunak dan larut, digiling oleh kontraksi otot, dan memungkinkan untuk masuk bagian sistem pencernaan berikutnya, yaitu usus besar dan kecil. Hati dan pankreas &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Secretion" target="_blank"&gt;mensekresi&lt;/a&gt; enzim pencernaan kedalam usus kecil, dimana makanan akan diserap kedalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian akhir saluran cerna adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kloaka" target="_blank"&gt;kloaka&lt;/a&gt;, yang menahan kotoran dari sistem pencernaan dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Urinary" target="_blank"&gt;urinary&lt;/a&gt;. Penting untuk dicatat bahwa burung tidak punya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kandung_kemih" target="_blank"&gt;kandung kemih&lt;/a&gt; (kecuali burung onta). Ekskresi dari kloaka sebagian besar bersifat asam, yang berupa tetesan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah makan, bagian tak tercerna (bulu, tulang, gigi yang masih didalam lambung) dipadatkan menjadi suatu &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pellet_%28ornithology%29" target="_blank"&gt;pelet&lt;/a&gt; yang berbentuk sama seperti lambung. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pellet_%28ornithology%29" target="_blank"&gt;Pelet&lt;/a&gt; ini berjalan keluar dari lambung ke proventriculus. Pelet akan menetap disini sampai 10 jam sebelum &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Regurgitate" target="_blank"&gt;dimuntahkan&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Regurgitate" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;regurgitasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;). Karena pelet menghalangi sebagian saluran cerna, mangsa baru tidak dapat ditelan sampai pelet dimuntahkan. Pemuntahan seringkali menjadi petunjuk bahwa burung siap untuk makan kembali. Saat burung makan lebih dari satu mangsa dalam beberapa jam, beberapa komponen akan dimampatkan dalam satu pelet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus pelet bersifat teratur, sisa dimuntahkan saat saluran cerna selesai menyerap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nutrisi" target="_blank"&gt;nutrisi&lt;/a&gt; dari makanan. Hal ini seringkali dilakukan pada tempat bertengger favorit. Saat seekor Burung Hantu akan menghasilkan pelet, akan menampakkan ekspresi kesakitan – mata tertutup, wajah menyempit, dan enggan terbang. Pada saat pengeluaran, leher dipanjangkan kedepan, paruh terbuka, dan pelet dengan mudahnya dikeluarkan tanpa ada gerakan meludah atau &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Retching" target="_blank"&gt;tersedak&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Retching" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;retching&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelet Burung Hantu berbeda dari burung pemangsa lain, dimana mengandung bagian besar sisa makanan. Hal ini disebabkan cairan lambung kurang bersifat asam dibanding burung pemangsa lain. Burung pemangsa lain  juga cenderung untuk lebih mencabik-cabik mangsanya daripada Burung Hantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-2934903802591762726?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/2934903802591762726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=2934903802591762726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/2934903802591762726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/2934903802591762726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/1-sistem-pencernaan-tyto-alba.html' title='Sistem Pencernaan Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-8237920764085443834</id><published>2008-04-09T07:44:00.001+07:00</published><updated>2008-04-28T08:53:51.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Audio Visual'/><title type='text'>Karakter Suara Tyto alba</title><content type='html'>Burung Hantu mempunyai kisaran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suara" target="_blank"&gt;vokal&lt;/a&gt; yang luas, dari mulai teriakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hoot&lt;/span&gt;) yang khas, siulan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;whistle&lt;/span&gt;), deritan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;screech&lt;/span&gt;), jeritan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;scream&lt;/span&gt;), dengkur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;purr&lt;/span&gt;), dengus (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;snort&lt;/span&gt;), chitter, dan desisan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hiss&lt;/span&gt;). Meskipun begitu Burung Hantu termasuk jarang bersuara. Suara yang umum terdengar disebut dengan “deritan cakar terus-menerus” (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;drawn-out rasping screech&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan seringkali merupakan tanda &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Territory_%28animal%29" target="_blank"&gt;teritorial&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Animal_communication" target="_blank"&gt;berhubungan dengan pasangan&lt;/a&gt;. Jantan biasanya mempunyai &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pitch" target="_blank"&gt;pitch&lt;/a&gt; teriakan yang lebih rendah. Mereka juga menepukan sayap saat terbang sebagai bagian gaya menarik pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan dewasa yang kembali ke sarang biasa bersuara rendah seperti katak. Saat terkejut didalam lubang persembunyian, membuat suara desisan, parutan dan gertakan, yang sering disebut sebagai gertakan paruh atau lidah.&lt;br /&gt;Perlu dicatat bahwa tidak semua jenis Burung Hantu suka berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-bac0c6eef4d42ade" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v23.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dbac0c6eef4d42ade%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330313965%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2765A2E0D8621993F083D103FD55C0D4023AF1BB.3697AB377441D0630AD58BE0721D3F6E6FAF6EF0%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dbac0c6eef4d42ade%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DJq3V1bAyJxJsFRO4RFL9rZ6mraY&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v23.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dbac0c6eef4d42ade%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330313965%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2765A2E0D8621993F083D103FD55C0D4023AF1BB.3697AB377441D0630AD58BE0721D3F6E6FAF6EF0%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dbac0c6eef4d42ade%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DJq3V1bAyJxJsFRO4RFL9rZ6mraY&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klip video anak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt;,  berteriak meminta makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-8237920764085443834?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/8237920764085443834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=8237920764085443834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/8237920764085443834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/8237920764085443834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/1-karakter-suara-tyto-alba.html' title='Karakter Suara Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-8136296305466803699</id><published>2008-04-08T07:44:00.001+07:00</published><updated>2008-04-28T08:54:09.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Audio Visual'/><title type='text'>Karakter Pendengaran Tyto alba</title><content type='html'>Karena Burung Hantu umumnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nokturnal" target="_blank"&gt;aktif dimalam hari&lt;/a&gt;, mereka memiliki sistem &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendengaran" target="_blank"&gt;pendengaran&lt;/a&gt; yang berkembang sangat baik. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga" target="_blank"&gt;Telinga&lt;/a&gt; terletak pada samping kepala, dibawah mata, dan tertutup bulu-bulu muka. Cekungan telinga (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ear Tuft&lt;/span&gt;) yang terlihat pada beberapa jenis, bukanlah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga" target="_blank"&gt;telinga&lt;/a&gt; keseluruhan namun hanyalah bulu semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdNp2DRLTI/AAAAAAAAAEo/DSy42IUYJY4/s1600-h/Tyto+alba+ear.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdNp2DRLTI/AAAAAAAAAEo/DSy42IUYJY4/s320/Tyto+alba+ear.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190202476846984498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bentuk &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Auditory_canal" target="_blank"&gt;lubang telinga&lt;/a&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apertura&lt;/span&gt;) bergantung pada jenis Burung Hantu, dilengkapi katup yang disebut sebagai operkulum. Bentuk lubang beragam dari yang kecil, bulat sampai memanjang dengan operkulum besar, Semua Burung Hantu dari famili Tytonidae, memiliki lubang membulat dengan opekulum besar, sedangkan pada Strigidae bentuk telinga luar beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Burung Hantu memiliki lubang telinga asimetris (satu lebih tinggi dari yang lain)- khususnya pada jenis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan_nokturnal" target="_blank"&gt;nokturnal&lt;/a&gt; murni (misal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt;). Jenis-jenis ini memiliki wajah cakram (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;facial disc&lt;/span&gt;) yang sangat terbuka, yang berlaku sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radar" target="_blank"&gt;radar&lt;/a&gt;, mengarahkan suara ke lubang telinga. Bentuk cakram dapat dirubah saat diinginkan, menggunakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot" target="_blank"&gt;otot&lt;/a&gt; muka khusus. Juga, paruh Burung Hantu mengarah lurus kebawah, meningkatkan luas permukaan sehingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang" target="_blank"&gt;gelombang&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suara" target="_blank"&gt;suara &lt;/a&gt;dapat dikumpulkan oleh cakram wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisaran pendengaran Burung Hantu tidak sama dengan manusia, tapi pendengarannya lebih tajam pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi" target="_blank"&gt;frekuensi&lt;/a&gt; tertentu, memungkinkannya untuk mendengar suara yang sangat pelan sekalipun dari mangsa didalam vegetasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdN6mDRLUI/AAAAAAAAAEw/cp0yLDZYYTk/s1600-h/hearing+graph.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdN6mDRLUI/AAAAAAAAAEw/cp0yLDZYYTk/s320/hearing+graph.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190202764609793346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu menggunakan telinganya yang unik dan sensitif untuk mendengarkan pergerakan mangsa yang ada di dalam tajuk tanaman ataupun salju. Saat ada bunyi terdengar, Burung Hantu mampu menentukan arahnya karena adanya perbedaan antara suara yang diterima antara telinga kiri dan kanan. Sebagai contoh, jika ada suara menuju dari kiri, telinga kiri akan mendengar terlebih dahulu dibanding telinga kanan. Burung kemudian memutar kepala, sehingga suara masuk kedua telinga secara serempak. Dengan hal ini akan dapat diketahui mangsa sudah berada didepannya. Burung Hantu dapat mendeteksi perbedaan sebesar 0.00003 detik antara telinga kiri-kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu juga dapat mengetahui apakah suara lebih keras atau rendah, dengan membuka telinga secara asimetrik, Pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt;, lubang telinga kiri lebih tinggi daripada yang kanan, sehingga suatu suara yang berasal dari bawah garis pandang akan ditangkap telinga kanan lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemahan sinyal dari kiri, kanan, atas, bawah dikombinasi secara langsung oleh otak, dan menciptakan bayangan ruang dimana  sumber suara berasal. Studi tentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak" target="_blank"&gt;otak&lt;/a&gt; Burung Hantu membuktikan adanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf_pusat" target="_blank"&gt;medulla&lt;/a&gt; yang lebih kompleks daripada burung lain. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf_pusat" target="_blank"&gt;Medulla&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; diperkirakan memiliki paling tidak 95.000 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neuron" target="_blank"&gt;neuron&lt;/a&gt;, tiga kali lebih banyak daripada Gagak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali Burung Hantu mengetahui arah korbannya, ia akan terbang menghampiri, menjaga kepalanya segaris dengan arah suara. Jika mangsa bergerak, burung akan mampu mengkoreksi ditengah penerbangan. Saat sekitar 60 cm dari mangsa, burung akan memajukan kakinya kedepan dan cakarnya dibentangkan membentuk pola oval. Sesaat sebelum menyerang, akan menghentakkan kakinya melewati mukanya dan seringkali dekat matanya sebelum membunuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-8136296305466803699?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/8136296305466803699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=8136296305466803699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/8136296305466803699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/8136296305466803699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/1-karakter-pendengaran-tyto-alba.html' title='Karakter Pendengaran Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdNp2DRLTI/AAAAAAAAAEo/DSy42IUYJY4/s72-c/Tyto+alba+ear.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-7832037939813584866</id><published>2008-04-07T07:43:00.002+07:00</published><updated>2008-04-28T08:54:34.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Audio Visual'/><title type='text'>Karakter Visual Tyto alba</title><content type='html'>Dari semua karakter Burung Hantu, mungkin yang paling jelas adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata" target="_blank"&gt;mata&lt;/a&gt;nya. Besar dan menghadap kemuka, dapat mencapai 1-5 % dari bobot tubuh, tergantung jenisnya. Aspek mata yang menghadap kemuka, memberi Burung Hantu penampakan ‘bijak’, juga memberi kemampuan pandangan ‘&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Binocular_vision" target="_blank"&gt;binokular&lt;/a&gt;’ (memandang suatu obyek dengan kedua mata pada saat bersaman). Ini berarti Burung Hantu dapat melihat obyek dalam 3 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dimensi" target="_blank"&gt;dimensi&lt;/a&gt; (panjang, lebar, tinggi), dan dapat menentukan jarak seperti halnya manusia. Bidang pandang Burung Hantu mencapai 110°, dengan pandang binokular sekitar 70°.  Sebagai perbandingan, manusia mempunyai bidang pandang 180°, dengan 140° pandangan binokular. Burung pelatuk memeliki bidang pandang 360° karena matanya ada disamping. Tetapi pandangan binokular hanya 10° saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdHmGDRLRI/AAAAAAAAAEY/Iif6v1w69kY/s1600-h/binocular+vision.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdHmGDRLRI/AAAAAAAAAEY/Iif6v1w69kY/s320/binocular+vision.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190195815352708370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mata Burung Hantu yang besar berguna untuk meningkatkan efisiensi, khususnya pada kondisi pencahayaan yang rendah. Matanya berkembang sangat baik, tidak berupa bola mata, namun berupa tabung. Mata ini disokong oleh suatu struktur tulang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tengkorak" target="_blank"&gt;tengkorak&lt;/a&gt; yang disebut sebagai &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sclerotic_ring" target="_blank"&gt;cincin sklerotik&lt;/a&gt;. Dengan kondisi ini, seekor Burung Hantu tidak dapat menggerakkan bola matanya – maka jelas mengapa hanya dapat melihat secara lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kemampuan Burung Hantu untuk memutar kepala dan sering keatas-bawah, tidak hanya sekedar untuk bersolek. Kemampuan ini dimungkinkan dengan lehernya yang panjang dan fleksibel, yang tidak selalu nampak karena tertutup bulu dan posenya. Leher Burung Hantu memiliki 14 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang" target="_blank"&gt;tulang&lt;/a&gt; belakang, dua kali lipat dibanding manusia. Ini memungkinan Burung Hantu untuk memutar kepala sampai 270°, bukannya 360°.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebanyak Burung Hantu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nokturnal" target="_blank"&gt;aktif pada malam hari&lt;/a&gt;, mata mereka harus sangat efisien mengumpulkan dan meproses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya" target="_blank"&gt;cahaya&lt;/a&gt;. Dimulai dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kornea" target="_blank"&gt;kornea&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pupil" target="_blank"&gt;pupil&lt;/a&gt; yang besar. Ukuran &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pupil" target="_blank"&gt;pupil&lt;/a&gt; diatur oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iris_%28anatomy%29" target="_blank"&gt;iris&lt;/a&gt;. Saat pupil membesar, lebih banyak cahaya yang masuk kedalam lensa dan retina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retina Burung Hantu memiliki banyak &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rod_cell" target="_blank"&gt;rod cell&lt;/a&gt; yang sensitif cahaya. Meskipun sel ini sangat sensitif terhadap cahaya dan gerakan, tetapi tidak bereaksi terhadap warna. Sel yang bereaksi terhadap warna adalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cone_cell" target="_blank"&gt;cone cell&lt;/a&gt;. Mata Burung Hantu memiliki sedikit &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cone_cell" target="_blank"&gt;cone cell&lt;/a&gt;, sehingga kebanyakan sedikit mengenal warna atau &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Monochromacy" target="_blank"&gt;monokromatis&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdH3WDRLSI/AAAAAAAAAEg/U5VZ9byDs0Q/s1600-h/owl+eye.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdH3WDRLSI/AAAAAAAAAEg/U5VZ9byDs0Q/s320/owl+eye.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190196111705451810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena Burung Hantu punya kemampuan pandangan gelap yang luarbiasa, seringkali diduga mereka akan buta bila kena cahaya terang. Hal ini tidak benar, sebab pupil mereka memiliki kisaran penyesuaian yang luas, memungkinkan jumlah sinar yang sesuai untuk diterima oleh retina. Beberapa jenis Burung Hantu dapat melihat ditempat terang lebih baik daripada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi mata mereka, Burung Hantu dilengkapi dengan 3 kelopak. Mereka memilik kelopak atas dan bawah yang normal, kelopak atas menutup saat berkedip, dan kelopak bawah menutup saat tidur. Kelopak ketiga disebut juga &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nictitating_membrane" target="_blank"&gt;membrana nictitans&lt;/a&gt;, suatu lapisan jaringan tipis yang menutup mata secara diagonal. Ini berfungsi untuk membersikan dan melindungi permukaan mata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-7832037939813584866?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/7832037939813584866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=7832037939813584866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7832037939813584866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/7832037939813584866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/1-karakter-visual-tyto-alba.html' title='Karakter Visual Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAdHmGDRLRI/AAAAAAAAAEY/Iif6v1w69kY/s72-c/binocular+vision.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-8640606946624582250</id><published>2008-04-06T07:41:00.001+07:00</published><updated>2008-05-01T23:05:16.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Klasifikasi'/><title type='text'>Klasifikasi dan Kerabat Tyto alba</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/span&gt;Burung Serak Jawa  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt;) pertama kali di deskripsikan oleh Giovani Scopoli tahun 1769. Nama alba berkaitan dengan warnanya yang putih (Lewis, 1998). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Selain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barn Owl&lt;/span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;burung ini memiliki banyak sebutan, antara lain: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Monkey-faced Owl, Ghost Owl, Church Owl, Death Owl, Hissing Owl, Hobgoblin &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hobby Owl, Golden Owl, Silver Owl, White Owl, Night Owl, Rat Owl, Scritch Owl, Screech Owl, Straw Owl, Barnyard Owl dan Delicate Owl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; termasuk dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_%28Biologi%29" target="_blank"&gt;famili&lt;/a&gt; Tytonidae. Famili Tytonidae sendiri memiliki 2 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marga_%28Biologi%29" target="_blank"&gt;genus&lt;/a&gt; yang telah dideskripsikan, yaitu genus Tyto dan Phodilus. Sementara itu untuk genus Tyto sudah terdeskripsikan sebanyak 17 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies" target="_blank"&gt;jenis&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi#Taksonomi_dalam_biologi" target="_blank"&gt;Klasifikasi&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba&lt;/span&gt; menurut Bachynski dan Harris, (2002) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kingdom     : Animalia&lt;br /&gt;Phylum     : Chordata&lt;br /&gt;Subphylum     : Vertebrata&lt;br /&gt;Class         : Aves&lt;br /&gt;Ordo         : Stringiformes&lt;br /&gt;Famili         : Tytonidae&lt;br /&gt;Genus         : Tyto&lt;br /&gt;Spesies     : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Jenis-jenis Tyto yang ada di dunia:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt;, Serak Jawa, Barn Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto aurantia&lt;/span&gt;, New Britain Barn Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto capensis&lt;/span&gt;, Common Grass Owl&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto castanops&lt;/span&gt;, Tasmanian Masked Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto deroepstorffi&lt;/span&gt;, Andaman Barn Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto glaucops&lt;/span&gt;, Hispaniolan Barn Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto inexspectata&lt;/span&gt;, Minahassa Barn Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto longimembris&lt;/span&gt;, Eastern Grass Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto manusi&lt;/span&gt;, Manus Masked Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto multipunctata&lt;/span&gt;, Lesser Sooty Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto nigrobrunnea&lt;/span&gt;, Sula Island Masked Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto novaehollandiae&lt;/span&gt;, Australian Masked Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto prigoginei&lt;/span&gt;, Congo Bay Owl, African Bay Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto rosenbergii&lt;/span&gt;, Sulawesi Masked Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto sororcula&lt;/span&gt;, Lesser Masked Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto soumagnei&lt;/span&gt;, Madagascar Grass Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto tenebricosa&lt;/span&gt;, Sooty Owl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tyto alba&lt;/span&gt; yang sudah diketahui antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba affinis&lt;/span&gt;, Afrika tropis, Selatan Sahara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba alba&lt;/span&gt;, Inggris, Eropa Barat Daya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba bargei&lt;/span&gt;, Antilles Kecil: Curacao.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba contempta&lt;/span&gt;, Amerika Selatan, Temperata Ekuador &amp;amp; Kolombia sampai Peru Barat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba crassirostris&lt;/span&gt;, P. Boang, Tanga, Kep. Bismarck.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba deliculata&lt;/span&gt;, Australia, Tasmania, Timor, Kep. Solomon.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba detorta&lt;/span&gt;, Kep. Cape Verde: Santiago, St. Vincent.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba erlangeri&lt;/span&gt;, Timur Tengah, Irak, Iran, Arab.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba ernesti&lt;/span&gt;, Mediterania.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba furcata&lt;/span&gt;, Kuba, Kep. Pines, Grand Cayman, Cayman Brac, Jamaika.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba gracilirostris&lt;/span&gt;, Kep. Canary : Fuerteventura, Lanzarote.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba guatemalae&lt;/span&gt;, Nikaragua, Guatemala Barat, Panama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba guttata&lt;/span&gt;, Eropa Timur dan Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba hauchecorni&lt;/span&gt;, Chili.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba hellmayri&lt;/span&gt;, Guyana - Amazon - Suriname.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba hypermetra&lt;/span&gt;, Madagaskar, Kep. Komoro.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba insularis&lt;/span&gt;, Antilles Kecil di Karibia: St. Lucia, St. Vincent, Bequia, Union, Carriacou, Grenada.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba interposita&lt;/span&gt;, Kep. Santa Cruz, P. Banks, Vanuatu Utara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba javanica&lt;/span&gt;, Myanmar, Cina Barat Daya, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam Selatan, Semenanjung Malaya, Kalimantan Selatan, Sumatra, Jawa, P. Kangean.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba lucayana&lt;/span&gt;, Kep. Bahama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba lulu&lt;/span&gt;, New Caledonia, New Hebrides Selatan, Loyalty, Fiji, Tonga, Samoa, Kep. Society.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba meeki&lt;/span&gt;, Tenggara Papua Nugini, Kep. Vulcan &amp;amp; Dampier.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba nigrescens&lt;/span&gt;, Antilles Kecil: Dominica.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba poensis&lt;/span&gt;, Afrika Barat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba pratincola&lt;/span&gt;, Amerika Utara dan Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba punctatissima&lt;/span&gt;, Kep. Galápagos.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba schmitzi&lt;/span&gt;, Madeira.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba stertens&lt;/span&gt;, Pakistan, India, Sri Lanka, Assam dan Birma.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba subandeana&lt;/span&gt;, Kolombia, Ekuador tropis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba thomensis&lt;/span&gt;, São Tomé.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T. alba tuidara&lt;/span&gt;, Amerika Selatan, Andes Timur dan Amazon Selatan dari Brazil sampai Argentina dan Tierra del Fuego.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-8640606946624582250?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/8640606946624582250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=8640606946624582250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/8640606946624582250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/8640606946624582250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/1-klasifikasi-kerabat-tyto-alba.html' title='Klasifikasi dan Kerabat Tyto alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2522168404648587119.post-9021840607022905729</id><published>2008-04-05T07:36:00.001+07:00</published><updated>2008-04-28T08:43:43.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Ciri Umum Tyto Alba</title><content type='html'>Bulu lembut, berwarna tersamar, bagian atas berwarna kelabu terang dengan sejumlah garis gelap dan bercak pucat tersebar pada bulu. Ada tanda mengkilat pada sayap dan punggung. Bagian bawah berwarna putih dengan sedikit bercak hitam, atau tidak ada. Bulu pada kaki jarang-jarang. Kepala besar, kekar dan membulat. Wajah berbentuk jantung, warna putih dengan tepi coklat. Mata menghadap kedepan, merupakan ciri yang mudah dikenali. Iris mata berwana hitam. Paruh tajam, menghadap kebawah, warna keputihan. Kaki warna putih kekuningan sampai kecoklatan. Jantan-betina hampir sama dalam ukuran dan warna meski betina seringkali lebih besar 25%. Betina dan hewan muda umumnya punya bercak lebih rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAoPeiolE2I/AAAAAAAAAFA/KHGAxLzgGrI/s1600-h/serak_jawa04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAoPeiolE2I/AAAAAAAAAFA/KHGAxLzgGrI/s320/serak_jawa04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190978537865417570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tyto alba memiliki variasi ukuran, antara individu jantan dan betina.&lt;br /&gt;Betina: Panjang 34-40 cm, Bentang sayap ±110cm, Berat ±570g&lt;br /&gt;Jantan: Panjang 32-38 cm, Bentang sayap ±107cm, Berat ±470g&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, Burung Hantu terkecil di dunia adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Glaucidium minutissimum&lt;/span&gt; dengan tinggi 12 cm, dan yang terbesar adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bubo bubo&lt;/span&gt; yang mencapai tinggi 71 cm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2522168404648587119-9021840607022905729?l=serakjawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serakjawa.blogspot.com/feeds/9021840607022905729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2522168404648587119&amp;postID=9021840607022905729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/9021840607022905729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2522168404648587119/posts/default/9021840607022905729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serakjawa.blogspot.com/2008/04/1-ciri-umum-tyto-alba.html' title='Ciri Umum Tyto Alba'/><author><name>saniscara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08608496642162757454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fD7-TYvszwM/SAoPeiolE2I/AAAAAAAAAFA/KHGAxLzgGrI/s72-c/serak_jawa04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
